Ar Razzaaq Maha Pemberi Rejeki

RezekiDi antara nama Allah dari Asma’ul Husna adalah Ar Razzaaq     الرزاق     Maha Pemberi Rejeki.

“Katakanlah: “Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. ” [Saba' 24]

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” [Ibrahim 32] 

Baca lebih lanjut

Beriman dan Beramal Saleh

Amal Saleh

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَـَٔابٍۢ

“Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” [Ar Ra'd 29]

Di dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menyebut orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Kata “Iman” dan “Amal Saleh” ditulis berdampingan. Ini artinya, selain beriman, kita juga harus melakukan perbuatan amal saleh agar diridhoi Allah. Tidak bisa cuma beriman saja atau beramal tapi tidak beriman.

Baca lebih lanjut

Jangan Buruk Sangka / Menduga Hati Manusia

Pembaca Hati

Pembaca Hati

Allah melarang kita untuk buruk sangka / menduga-duga hati manusia. Tidak bisa kita mengatakan seseorang sebagai pura-pura, taqiyyah, bohong, dan sebagainya. Yang bisa kita nilai adalah yang zahir seperti ucapan dan perbuatan. Jika ucapannya menyimpang, baru kita bisa bilang mereka salah. Atau jika ucapannya baik, tapi perbuatannya menyimpang. Tapi selama perkataan dan perbuatan seseorang lurus, kita tidak boleh menghujat mereka. Kita bukan mind reader. Kita bukan pembaca pikiran atau pun pembaca hati manusia! Hanya Allah yang tahu hati manusia! Ini dalil-dalilnya:

Larangan berburuk sangka/curiga:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 12]

Baca lebih lanjut

Ceramah Aa Gym tentang Rokok dan Tobat

Ceramah Aa Gym

Ceramah Aa Gym

Alhamdulillah tanggal 9 Januari 2013 bisa menonton ceramah Aa Gym dan sempat pula bersalaman dengan beliau.
Ceramah Aa Gym membahas bermacam-macam. Di antaranya jangan sedih kalau dicaci-maki orang. Jika orang tersebut kata-katanya kotor, itu karena memang hatinya kotor. Ibaratnya jika teko isinya air got, yang keluar juga air got. Dan jika dikata-katai, jangan sedih. Itu artinya Allah sedang memberi pahala orang tersebut ke kita. Dan jika habis, dosa kita diberikan kepada orang tersebut.

Merokok juga sangat memprihatinkan. Ada kisah seseorang mengambil uang dan menyumbang ke masjid. Saat dia ingin beli rokok dan mengambil uang, dia kaget. “Masya Allah! Uangnya kok tinggal seribu?” Rupanya uang Rp 10 ribu buat beli rokok, tertukar sehingga tersumbang ke masjid. Padahal niatnya menyumbang cuma seribu saja.

Baca lebih lanjut

Anak-anak Korban Kebiadaban Tentara Israel

Anak Umur 3 Tahun Korban Kebiadaban Tentara Israel

Anak Umur 3 Tahun Korban Kebiadaban Tentara Israel

Hanya karena 3 warganya tewas, itu pun sebagai balasan karena Israel telah membunuh pemimpin Palestina dan sejumlah warga lainnya, Israel dalam waktu kurang dari 7 hari meluncurkan berbagai rudal dari pesawat tempurnya sehingga menewaskan lebih dari 100 orang Palestina yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Baca lebih lanjut

Bangga Sebagai Muslim

Meski jumlahnya 1,3 milyar, namun ummat Islam saat ini amat lemah. Bagai buih-buih lautan yang tak berdaya diombang-ambingkan ombak. Di berbagai tempat ummat Islam dibantai dan dihina. Jadi kelinci percobaan berbagai jenis senjata canggih dari bom kluster fosfor, bom uranium, serangan drone, dan sebagainya. Ini karena ummat Islam terpecah-belah. Ummat Islam tidak bangga lagi mengaku sebagai Muslim. Tapi lebih bangga pada embel-embel lain untuk menunjukkan kelompoknya lebih baik dari yang lain. Ashobiyyah. Fanatisme golongan!

Padahal Allah memerintahkan kita untuk menyebut diri kita sebagai Muslim:

هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ

Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..” [Al Hajj 67]

Baca lebih lanjut

Pengajian Bersama KH Ali Yafie, KH Moehammad Zain, dan KH Mohamad Hidayat

Alhamdulilah Sabtu 20 Oktober 2012 kembali diadakan pengajian bersama KH Ali Yafie, KH Moehammad Zain, dan KH Mohamad Hidayat di Yayasan Majelis Al Washiyyah. Kali ini membahas surat Al Hajj ayat 26-30.

26. Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud. 

Baca lebih lanjut

Makanan yang Halal dan Baik (Halalan Thoyyiban)

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan baik / Halalan Thoyyiban

Al Qur’an, Surat Al Maidah : 88 yang artinya:

“dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya”    

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang bukan cuma halal, tapi juga baik (Halalan Thoyyiban) agar tidak membahayakan tubuh kita. Bahkan perintah ini disejajarkan dengan bertaqwa kepada Allah, sebagai sebuah perintah yang sangat tegas dan jelas. Perintah ini juga ditegaskan dalam ayat yang lain, seperti yang terdapat pada Surat Al Baqarah : 168 yang artinya:

Baca lebih lanjut

Muhammad bin Abdul Wahhab: Mujaddid atau Fitnah dari Najd?

Posisi Najd dan Madinah

Posisi Najd dan Madinah

Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab sangat kontroversial. Ada yang menyukai. Ada juga yang membencinya. Pengikutnya, kelompok Muwahhidun atau sekarang menamakan dirinya Salafi (oleh lawannya disebut Wahabi), Muhammad bin Abdul Wahhab disebut sebagai Pejuang Tauhid yang memurnikan Islam. Namun oleh lawannya, Muhammad bin Abdul Wahhab disebut sebagai sosok yang ekstrim.

Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab dilahirkan pada tahun 1115 H (1701 M) di kampung ‘Uyainah (Najd), lebih kurang 70 km arah barat laut kota Riyadh, ibukota Arab Saudi sekarang.

Beliau meninggal dunia pada 29 Syawal 1206 H (1793 M) dalam usia 92 tahun, setelah mengabdikan diri selama lebih 46 tahun dalam memangku jabatan sebagai menteri penerangan Kerajaan Arab Saudi .

Baca lebih lanjut

Salafi Wahabi Memecah Belah Islam dari Dalam?

Raja Arab Saudi dan George W Bush Berciuman

Raja Arab Saudi dan George W Bush Berciuman

Pertamakali saya menganggap gerakan Wahabi itu bagus. Niatnya untuk memurnikan ajaran Islam. Tapi lama-kelamaan kok jadi ekstrim membahas masalah-masalah furu’iyah dan khilafiyah dengan ujung-ujungnya membid’ahkan dan mengkafirkan sesama Muslim.

Sebelumnya saya jelaskan sebagaimana pendapat Ketua FPI, Habib Rizieq Syihab, selain Wahabi Takfiri dan Khawarij yang harus diluruskan, adapula Wahabi yang masih toleran dan bisa diajak dialog.

Di antara yang mereka ributkan dan vonis bid’ah adalah:

- Dzikir berjama’ah

- Dzikir dengan suara keras seperti shalat ‘Isya

- Isbal

- Maulid Nabi

- Pengajaran Sifat 20 yang disusun Imam Abu Hasan Al Asy’ari

dsb

Dengan vonis bid’ah, artinya yang dituduh itu sesat dan masuk neraka.

Baca lebih lanjut

Sejukkan Bumi dengan Pohon-pohon yang Rindang

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, 
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” [Ibrahim 24-25]

Saat ini banyak orang mengeluh akan Pemanasan Global (Global Warming). Suhu bumi meningkat. Sehingga di Puncak yang seharusnya dingin pun seperti di Taman Bunga Nusantara jadi terasa panas.

Baca lebih lanjut

Pemboros itu Saudaranya Setan

perhiasanlelaki

”Berikanlah hartamu kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros.

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]

Pemboros itu Saudaranya Setan. Demikian firman Allah.

Baca lebih lanjut

Bergantung Kepada Allah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً, فَقَالَ: يَا غُلاَمُ, إِنّي أُعَلّمُكَ كِلمَاتٍ: إِحْفَظِ الله يَحْفَظْكَ, إِحْفَظِ الله تجِدْهُ تجَاهَكَ, إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ الله, وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بالله, وَاعْلَمْ أَنّ الأُمّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله لَكَ, ولو اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرّوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله عَلَيْكَ, رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفّتِ الصّحُف». قال: هَذَا حَديثٌ حسنٌ صحيحٌ.

 

Dari Ibn ‘Abbas RA., dia berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi SAW., lalu beliau bersabda, ‘Wahai Ghulam, sesungguhnya ku ingin mengajarkanmu beberapa kalimat (nasehat-nasehat), ‘Jagalah Allah, pasti Allah menjagamu, jagalah Allah, pasti kamu mendapatinya di hadapanmu, bila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta tolong, maka minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, bahwa jikalau ada seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfa’at bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu, dan jikalau mereka berkumpul untuk merugikanmu (membahayakanmu) dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa melakukan itu kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. at-Turmudzy, dia berkata, ‘Hadits Hasan Shahih’. Hadits ini juga diriwayatkan Imam Ahmad)

Hadits ini mengingatkan kita agar kita senantiasa bergantung kepada Allah. Meminta dan berdoa kepada Allah. Bukan kepada makhluknya. Ada pun dengan makhluk, kita sekedar bekerjasama dan tolong menolong. Agar dekat kepada Allah tentu kita harus mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Baca lebih lanjut

Larangan Berbisik dengan Meninggalkan Seorang yang Lain

 

Berbisik

Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau mereka -yakni yang sedang berada dalam majelis- itu bertiga orang, maka janganlah yang dua orang berbisik-bisik, meninggalkan orang yang ketiga -diajak pula-.” (Muttafaq ‘alaih) 

Dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau engkau semua bertiga orang, maka janganlah yang dua orang itu berbisik-bisik dengan meninggalkan seorang yang lain, sehingga engkau semua bercampur dengan orang banyak -yakni jumlah yang hadir itu ada empat orang atau lebih- supaya tidak menyebabkan kesedihan kepada orang yang tidak ikut diajak berbisik-bisik itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Baca lebih lanjut

Kepada Siapa Harta Kita Harus Kita Infaq-kan?

Kepada siapa harta kita harus kita infaq-kan?

Jawab:

Dari orang tua dulu, keluarga dekat, baru yang jauh-jauh. Jangan langsung ke dompet dhu’afa..  Jangan sampai yang nun jauh di sana dibantu, tapi orang tua/keluarga dekat sendiri terlantar.

Ini dalilnya:

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya” [Al Baqarah 215]

  Baca lebih lanjut

Keadaan Jembatan Sirothol Mustaqim

 Jembatan Shirothol Mustaqim

Di akhirat, setelah hisab dan mizan, setiap manusia harus melewati Jembatan Sirothol Mustaqim yang membentang di atas neraka. Jembatan ini seperti rambut yang dibelah tujuh. Setajam silet. Sehingga seorang pemain sirkus yang amat ahli pun akan terjatuh jika amalannya buruk. Hanya orang2 yang beriman dan beramal saleh saja yang bisa melewatinya.

 

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorangpun dari golongan kaum Muslimin yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, yang akan disentuh oleh api neraka , melainkan sekedar menebus persumpahan -tahillatul qasam-.” (Muttafaq ‘alaih) Tahillatul qasam ialah firman Allah Ta’ala: “Dan tiada seorangpun dari engkau semua, melainkan pasti akan mendatangi neraka itu.” (Maryam: 71). Maksudnya mendatangi neraka itu ialah menyeberang di atas jembatan -ashshirath- yakni sebuah jembatan yang diletakkan di atas punggung neraka Jahanam.

Baca lebih lanjut

Kalendar Islam Hijriyah

Hijrah

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” [At Taubah 36]

Sesungguhnya di zaman Nabi sudah dikenal Bulan, Hari, dan Tanggal. Cuma tahunnya saja yang belum ditetapkan. Karena itu tahun lahirnya Nabi disebut Tahun Gajah karena tidak ada penanggalan Tahun saat itu. Pada zaman Khalifah Umar ra, baru ditetapkan tahun penanggalan Islam Hijriyah.

Baca lebih lanjut

Jangan Korupsi!

APIJangan Korupsi!

Semua orang tahu kalau korupsi itu tidak baik. Dosa! Toh banyak orang yang melakukannya. Mungkin landasan ilmunya masih kurang kuat. Atau keyakinannya belum mantap.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintah orang-orang mukmin sebagaimana memerintah para Rasul. Allah berfirman, “Wahai para Rasul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal sholih” (QS Al Mukminun: 51). Dan Dia berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” (QS Al Baqoroh: 172). Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan perutnya dikenyangkan dengan makanan haram. Bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya?” (HR. Muslim)

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 167 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: