Kemesraan Arab Saudi dan Iran di Zaman Raja Abdullah

Raja Abdullah Ahmadinejad

Raja Abdullah dan Presiden Iran Ahmadinejad dulu begitu mesra.
Tapi kenapa sekarang Raja Salman terhadap Iran begitu bermusuhan?
Sementara dgn presiden AS, Barack Obama begitu mesra?
Apa karena tekanan AS yang langsung menemui Raja Salman begitu Raja Abdullah meninggal?
Atau karena tekanan Netanyahu yang baru2 ini ke AS berpidato betapa bahayanya Iran bagi dunia?

Ini adalah foto2 Raja Abdullah yang sampai mengundang Ahmadinejad berhaji ke Mekkah yang saya dapat dari Google.com dgn keyword Raja Abdullah Ahmadinejad. Mereka sampai berpegangan tangan dan berdoa bersama.

Baca lebih lanjut

Anak-anak Korban Kebiadaban Tentara Israel

Anak Umur 3 Tahun Korban Kebiadaban Tentara Israel

Anak Umur 3 Tahun Korban Kebiadaban Tentara Israel

Hanya karena 3 warganya tewas, itu pun sebagai balasan karena Israel telah membunuh pemimpin Palestina dan sejumlah warga lainnya, Israel dalam waktu kurang dari 7 hari meluncurkan berbagai rudal dari pesawat tempurnya sehingga menewaskan lebih dari 100 orang Palestina yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Baca lebih lanjut

Bangga Sebagai Muslim

Meski jumlahnya 1,3 milyar, namun ummat Islam saat ini amat lemah. Bagai buih-buih lautan yang tak berdaya diombang-ambingkan ombak. Di berbagai tempat ummat Islam dibantai dan dihina. Jadi kelinci percobaan berbagai jenis senjata canggih dari bom kluster fosfor, bom uranium, serangan drone, dan sebagainya. Ini karena ummat Islam terpecah-belah. Ummat Islam tidak bangga lagi mengaku sebagai Muslim. Tapi lebih bangga pada embel-embel lain untuk menunjukkan kelompoknya lebih baik dari yang lain. Ashobiyyah. Fanatisme golongan!

Padahal Allah memerintahkan kita untuk menyebut diri kita sebagai Muslim:

هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ

Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..” [Al Hajj 67]

Baca lebih lanjut

Pengajian Bersama KH Ali Yafie, KH Moehammad Zain, dan KH Mohamad Hidayat

Alhamdulilah Sabtu 20 Oktober 2012 kembali diadakan pengajian bersama KH Ali Yafie, KH Moehammad Zain, dan KH Mohamad Hidayat di Yayasan Majelis Al Washiyyah. Kali ini membahas surat Al Hajj ayat 26-30.

26. Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud. 

Baca lebih lanjut

Makanan yang Halal dan Baik (Halalan Thoyyiban)

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan baik / Halalan Thoyyiban

Al Qur’an, Surat Al Maidah : 88 yang artinya:

“dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya”    

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang bukan cuma halal, tapi juga baik (Halalan Thoyyiban) agar tidak membahayakan tubuh kita. Bahkan perintah ini disejajarkan dengan bertaqwa kepada Allah, sebagai sebuah perintah yang sangat tegas dan jelas. Perintah ini juga ditegaskan dalam ayat yang lain, seperti yang terdapat pada Surat Al Baqarah : 168 yang artinya:

Baca lebih lanjut

Muhammad bin Abdul Wahhab: Mujaddid atau Fitnah dari Najd?

Posisi Najd dan Madinah

Posisi Najd dan Madinah

Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab sangat kontroversial. Ada yang menyukai. Ada juga yang membencinya. Pengikutnya, kelompok Muwahhidun atau sekarang menamakan dirinya Salafi (oleh lawannya disebut Wahabi), Muhammad bin Abdul Wahhab disebut sebagai Pejuang Tauhid yang memurnikan Islam. Namun oleh lawannya, Muhammad bin Abdul Wahhab disebut sebagai sosok yang ekstrim.

Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab dilahirkan pada tahun 1115 H (1701 M) di kampung ‘Uyainah (Najd), lebih kurang 70 km arah barat laut kota Riyadh, ibukota Arab Saudi sekarang.

Beliau meninggal dunia pada 29 Syawal 1206 H (1793 M) dalam usia 92 tahun, setelah mengabdikan diri selama lebih 46 tahun dalam memangku jabatan sebagai menteri penerangan Kerajaan Arab Saudi .

Baca lebih lanjut

Salafi Wahabi Memecah Belah Islam dari Dalam?

Raja Arab Saudi dan George W Bush Berciuman

Raja Arab Saudi dan George W Bush Berciuman

Pertamakali saya menganggap gerakan Wahabi itu bagus. Niatnya untuk memurnikan ajaran Islam. Tapi lama-kelamaan kok jadi ekstrim membahas masalah-masalah furu’iyah dan khilafiyah dengan ujung-ujungnya membid’ahkan dan mengkafirkan sesama Muslim.

Sebelumnya saya jelaskan sebagaimana pendapat Ketua FPI, Habib Rizieq Syihab, selain Wahabi Takfiri dan Khawarij yang harus diluruskan, adapula Wahabi yang masih toleran dan bisa diajak dialog.

Di antara yang mereka ributkan dan vonis bid’ah adalah:

– Dzikir berjama’ah

– Dzikir dengan suara keras seperti shalat ‘Isya

– Isbal

– Maulid Nabi

– Pengajaran Sifat 20 yang disusun Imam Abu Hasan Al Asy’ari

dsb

Dengan vonis bid’ah, artinya yang dituduh itu sesat dan masuk neraka.

Baca lebih lanjut

Sejukkan Bumi dengan Pohon-pohon yang Rindang

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, 
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” [Ibrahim 24-25]

Saat ini banyak orang mengeluh akan Pemanasan Global (Global Warming). Suhu bumi meningkat. Sehingga di Puncak yang seharusnya dingin pun seperti di Taman Bunga Nusantara jadi terasa panas.

Baca lebih lanjut

Ngaji Islam yang Menyeluruh dgn Kitab Ulama Salaf

Saat ini marak orang belajar Al Qur’an dan Hadits. Hafal Al Qur’an 30 Juz dsb.
Cuma yang jadi masalah adalah adakah mereka belajar memahami Al Qur’an dan Hadits sebagaimana para Ulama Salaf dulu? Ini penting agar Al Qur’an dan Hadits tidak cuma di kerongkongan. Jangan sampai karena pemahamannya keliru, akhirnya keluar dari Islam laksana anak panah lepas dari busurnya.

Pembunuh Khalifah Ali, Abdurrahman bin Muljam itu adalah seorang Hafiz Al Qur’an. Namun karena pemahamannya sempit, dia bunuh salah satu sahabat dan juga sepupu dan juga menantu Nabi: Ali bin Abi Thalib.

Oleh karena itu pemahaman Al Qur’an dan Hadits sebagaimana ulama2 terdahulu itu penting. Jangan cuma Al Qur’an dan Hadits tok. Oleh karena itu Kitab Fiqih para Imam Mazhab, Kitab Sifat 20, Kitab Tafsir Al Qur’an seperti Tafsir Ibnu Katsir, Jalalain, dan kitab kuning mu’tabar lainnya harus dipelajari. Sebab dari situlah kita bisa memahami Al Qur’an dan Hadits sebagaimana para ulama Salaf memahaminya.

Baca lebih lanjut

Pemboros itu Saudaranya Setan

perhiasanlelaki

”Berikanlah hartamu kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros.

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]

Pemboros itu Saudaranya Setan. Demikian firman Allah.

Baca lebih lanjut

Bergantung Kepada Allah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً, فَقَالَ: يَا غُلاَمُ, إِنّي أُعَلّمُكَ كِلمَاتٍ: إِحْفَظِ الله يَحْفَظْكَ, إِحْفَظِ الله تجِدْهُ تجَاهَكَ, إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ الله, وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بالله, وَاعْلَمْ أَنّ الأُمّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله لَكَ, ولو اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرّوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله عَلَيْكَ, رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفّتِ الصّحُف». قال: هَذَا حَديثٌ حسنٌ صحيحٌ.

 

Dari Ibn ‘Abbas RA., dia berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi SAW., lalu beliau bersabda, ‘Wahai Ghulam, sesungguhnya ku ingin mengajarkanmu beberapa kalimat (nasehat-nasehat), ‘Jagalah Allah, pasti Allah menjagamu, jagalah Allah, pasti kamu mendapatinya di hadapanmu, bila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta tolong, maka minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, bahwa jikalau ada seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfa’at bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu, dan jikalau mereka berkumpul untuk merugikanmu (membahayakanmu) dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa melakukan itu kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. at-Turmudzy, dia berkata, ‘Hadits Hasan Shahih’. Hadits ini juga diriwayatkan Imam Ahmad)

Hadits ini mengingatkan kita agar kita senantiasa bergantung kepada Allah. Meminta dan berdoa kepada Allah. Bukan kepada makhluknya. Ada pun dengan makhluk, kita sekedar bekerjasama dan tolong menolong. Agar dekat kepada Allah tentu kita harus mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Baca lebih lanjut

Larangan Berbisik dengan Meninggalkan Seorang yang Lain

 

Berbisik

Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau mereka -yakni yang sedang berada dalam majelis- itu bertiga orang, maka janganlah yang dua orang berbisik-bisik, meninggalkan orang yang ketiga -diajak pula-.” (Muttafaq ‘alaih) 

Dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau engkau semua bertiga orang, maka janganlah yang dua orang itu berbisik-bisik dengan meninggalkan seorang yang lain, sehingga engkau semua bercampur dengan orang banyak -yakni jumlah yang hadir itu ada empat orang atau lebih- supaya tidak menyebabkan kesedihan kepada orang yang tidak ikut diajak berbisik-bisik itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Baca lebih lanjut

Kepada Siapa Harta Kita Harus Kita Infaq-kan?

Kepada siapa harta kita harus kita infaq-kan?

Jawab:

Dari orang tua dulu, keluarga dekat, baru yang jauh-jauh. Jangan langsung ke dompet dhu’afa..  Jangan sampai yang nun jauh di sana dibantu, tapi orang tua/keluarga dekat sendiri terlantar.

Ini dalilnya:

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya” [Al Baqarah 215]

  Baca lebih lanjut

Keadaan Jembatan Sirothol Mustaqim

 Jembatan Shirothol Mustaqim

Di akhirat, setelah hisab dan mizan, setiap manusia harus melewati Jembatan Sirothol Mustaqim yang membentang di atas neraka. Jembatan ini seperti rambut yang dibelah tujuh. Setajam silet. Sehingga seorang pemain sirkus yang amat ahli pun akan terjatuh jika amalannya buruk. Hanya orang2 yang beriman dan beramal saleh saja yang bisa melewatinya.

 

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorangpun dari golongan kaum Muslimin yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, yang akan disentuh oleh api neraka , melainkan sekedar menebus persumpahan -tahillatul qasam-.” (Muttafaq ‘alaih) Tahillatul qasam ialah firman Allah Ta’ala: “Dan tiada seorangpun dari engkau semua, melainkan pasti akan mendatangi neraka itu.” (Maryam: 71). Maksudnya mendatangi neraka itu ialah menyeberang di atas jembatan -ashshirath- yakni sebuah jembatan yang diletakkan di atas punggung neraka Jahanam.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 170 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: