Poligami Dalam Pandangan Islam


Saat ini, poligami dihujat habis-habisan. Bahkan dulu ada UU yang melarang pegawai negeri berpoligami. Bahkan di Republika, katanya ada rancangan hukum Agama yang melarang poligami.

Seorang suami, dilarang berpoligami. Sementara masyarakat umum membolehkan suami tersebut berselingkuh dan berzinah dengan puluhan bahkan mungkin ratusan wanita atau pelacur selama hidupnya. Ironis bukan?


Pada saat yang sama, kelompok sekuler, justru melindungi, dan mempromosikan perzinahan baik perselingkuhan mau pun pelacuran.

Acara yang mengobral pornografi, kumpul kebo, pelacuran, ditayangkan di mana-mana, sementara kondom dan obat kuat juga dipromosikan secara terbuka.

Istilah “Pelacur” dirubah jadi “Pekerja Seks Komersial”, sehingga para pelacur yang kerjanya cuma (maaf) “mengangkang” dianggap sedang “bekerja.”

Pada satu acara TV, ada satu kisah nyata tentang seorang anak yang bernama Eric yang hidup di Polinesia. Eric tidak pernah tahu siapa ayahnya.

Bahkan “ayahnya” tidak pernah tahu jika ibu Eric hamil, karena “ayah” Eric yang orang Perancis, hanya berzinah dengan pelacur (ibu Eric) ketika singgah di Polinesia, dan segera pergi begitu kapalnya berlayar.

Setiap ada kapal datang, Eric mendekat dan berharap bisa bertemu ayahnya. Tanpa kasih sayang seorang ayah, Eric sempat putus asa dan ingin bunuh diri. Itulah akibat poligami liar/zina!

Ada juga yang karena berzinah, baik dengan wanita biasa atau pelacur, akhirnya ketika hamil, mereka menggugurkan kandungannya dan membunuh janin yang tidak berdosa.

Kehidupan macam itukah yang diinginkan oleh kelompok Sekuler? Seks bebas yang tidak bertanggung-jawab? Bukankah lebih baik jika para pelacur itu menjadi istri ke 2 atau ke 3, ketimbang harus melacur melayani 2-3 pria setiap malam dengan resiko berbagai penyakit kelamin dan AIDS serta anaknya lahir tanpa bapak”

Sesungguhnya Poligami lebih baik daripada berselingkuh atau berzinah dengan pelacur. Poligami itu halal, sementara selingkuh atau pelacuran itu haram:

“Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS An-Nisa: 3)

Ayat di bawah yang sering digunakan dalil untuk menolak poligami juga sebetulnya membolehkan poligami:

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.: [An Nisaa’:129]

Di ayat di atas Allah menegaskan bahwa manusia tidak akan dapat adil secara sempurna kepada istri-istrinya. Meski demikian bukan berarti melarang poligami, tapi menyuruh manusia agar tidak terlalu condong pada yang dicintai dan membiarkan yang lain terlantar. Adil yang dimaksud adalah adil dalam hal pemberian materi dan giliran.

Jika kita baca Alkitab, kita akan mengetahui bahwa ternyata banyak Nabi mau pun orang biasa yang diurapi (diberkahi) Tuhan melakukan poligami. Daud sampai beristri 100 orang, Salomo 1000 orang, Yakub 4, Abraham selain punya 2 istri (Sarah dan Hagar) juga punya beberapa gundik. Silahkan baca Alkitab: I Raja-Raja 11:1-3, Kejadian 29:28-30, I Tawarikh 14:3, Tawarikh 3:1-9.

Kelompok Islam Liberal yang mengharamkan poligami tidak melihat ayat di atas dan kenyataaan bahwa Nabi Muhammad dan juga nabi-nabi sebelumnya berpoligami.

Dari 4 presiden Indonesia, Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, 3 di antaranya diisyukan punya wanita lain di samping istri pertama (kalau Soekarno jelas punya banyak istri). Presiden AS pun banyak yang punya berhubungan seks selain dengan istri pertamanya, contohnya: Bill Clinton, John F Kennedy, Roosevelt, Thomas Jeffferson, Grover Cleveland, Woodrow Wilson, Warren Harding, Eisenhower (www.who2.com/hailtothesheets.html).

Penyanyi Julio Iglesias mengaku sudah “menggoreng” 2.000 wanita di tempat tidur. Sementara majalah Tempo pernah memberitakan bahwa 1 dari 3 pria pasti punya wanita lain/selingkuh. Itu membuktikan ada pria yang tidak bisa hidup dengan hanya 1 istri, apalagi jika istri tersebut sedang haid, hamil dan melahirkan, atau menopause. Jika poligami syari’ah dilarang, maka mereka akan melakukan poligami liar/zina yang tidak ada tanggung-jawab menyantuni istri dan anak baik lahir mau pun batin.

Sering orang-orang sekuler menolak syariat Islam dengan alasan negara tidak berhak campur tangan dalam masalah agama. Tapi dalam hal poligami, mereka meminta negara melarang poligami. Sebaliknya mereka justru menolak jika negara melarang pelacuran dengan berbagai alasan. Pada RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi mereka menolak pemerintah melarang warganya berciuman di depan umum atau selingkuh dengan alasan itu masalah pribadi. Sekarang justru mereka meminta negara melarang poligami yang juga adalah masalah pribadi. Aneh bukan?

Itulah ciri-ciri orang yang tidak beriman. Mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram.

Di Detik.com disebut bahwa orang yang berpoligami berpotensi menyebarkan penyakit kelamin karena berganti-ganti pasangan. Ini salah besar. Meski seorang suami beristri 4, tapi istrinya kan itu-itu saja. Jika mereka semua bersih ya tidak akan ada penyakit kelamin. Sebaliknya bagi yang menempuh monogami tapi selingkuh dengan berganti-ganti pasangan atau ke tempat pelacuran, justru mereka lebih besar potensi kena penyakit kelamin.

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. “(QS Al-Mukminun: 5)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,

“Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nur: 30)

Pada poligami, seorang pria harus adil kepada semua istrinya. Adil ini tentu dalam batas kemampuan manusia, seperti jatah hari, atau pun pemberian materi. Bukan sesuatu hal yang di luar jangkauan kemampuan manusia.

Suami bertanggung-jawab memenuhi nafkah lahir dan batin serta melindungi semua istrinya, dan juga anak-anaknya.

Pada perselingkuhan mau pun pelacuran, pada dasarnya terjadi hubungan seks antara satu pria dengan banyak wanita seperti pada poligami. Tapi pada perselingkuhan dan pelacuran, tidak ada tanggung-jawab bagi pria mau pun wanita.

Sang pria tidak harus memberi nafkah lahir dan batin, kecuali hanya pada saat kesenangan sesaat.

Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Terkadang sebagian manusia merasa sombong sehingga mengharamkan apa yang Allah halalkan.

“Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,[QS Al Fath 48.4]

Ulama besar, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi, dalam bukunya, “Halal dan Haram dalam Islam” menulis: “Islam telah menentukan keperluan perorangan dan masyarakat, dan menentukan ukuran kepentingan dan kemaslahatan manusia seluruhnya. Di antara manusia ada yang ingin mendapat keturunan tetapi sayang isterinya mandul atau sakit sehingga tidak mempunyai anak.

Bukankah suatu kehormatan bagi si isteri dan keutamaan bagi si suami kalau dia kawin lagi dengan seorang wanita tanpa mencerai isteri pertama dengan memenuhi hak-haknya”

Sementara ada juga laki-laki yang mempunyai nafsu seks yang luarbiasa, tetapi isterinya hanya dingin saja atau sakit, atau masa haidhnya (atau kehamilan “ penulis) itu terlalu panjang dan sebagainya, sedang si laki-laki tidak dapat menahan nafsunya lebih banyak

seperti orang perempuan. Apakah dalam situasi seperti itu si laki-laki tersebut tidak boleh kawin dengan perempuan lain yang halal sebagai tempat mencari kawan tidur” Dan ada kalanya jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki, lebih-lebih karena akibat dari peperangan yang hanya diikuti oleh laki-laki dan pemuda-pemuda. Maka di sini poligami merupakan suatu kemaslahatan buat masyarakat dan perempuan itu sendiri, sehingga dengan demikian mereka akan merupakan manusia yang bergharizah yang tidak hidup sepanjang umur berdiam di rumah, tidak kawin dan tidak dapat melaksanakan hidup berumahtangga yang di dalamnya terdapat suatu ketenteraman, kecintaan, perlindungan, nikmatnya sebagai ibu dan keibuan sesuai pula dengan panggilan fitrah.

Ada tiga kemungkinan yang bakal terjadi sebagai akibat banyaknya laki-laki yang mampu kawin, yaitu:

1. Mungkin orang-orang perempuan itu akan hidup sepanjang umur dalam kepahitan hidup.

2. Mungkin mereka akan melepaskan kendalinya dengan menggunakan obat-obat dan alat-alat kontrasepsi untuk dapat bermain-main dengan laki-laki yang haram.

3. Atau mungkin mereka mau dikawini oleh laki-laki yang sudah beristeri yang kiranya mampu memberi nafkah dan dapat bergaul dengan baik.

Tidak diragukan lagi, bahwa kemungkinan ketiga adalah satu-satunya jalan yang paling bijaksana dan obat mujarrab. Dan inilah hukum yang dipakai oleh Islam, sedang

“Siapakah hukumnya yang lebih baik selain hukum Allah untuk orang-orang yang mau beriman”” (al-Maidah: 50)

Di Bali Post disebut jumlah wanita 2% lebih banyak dari pria (http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/9/27/op1.htm) atau lebih banyak 4,4 juta dari pria. Jika 2 juta wanita termasuk usia nikah, jika poligami dilarang, akan ada 2 juta wanita yang tidak menikah.

Dari sisi ekonomi mungkin wanita tersebut bisa memenuhi dengan bekerja. Tapi bagaimana dari sisi kebutuhan biologis? Jika poligami diharamkan, untuk memenuhi kebutuhan seksnya mereka akan jadi pelacur, simpanan, atau istri ke 2. Berapa banyak wanita yang dibunuh karena meminta dinikahi sementara si pria sudah punya istri? Berapa banyak bayi digugurkan karena anak lahir di luar nikah (contohnya kasus YZ dan ME saat ini)? Berapa banyak istri ke 2 yang harus dicerai karena monogami yang dipaksakan (contoh pasangan pengacara dan artis terkenal)? Berapa banyak anak yang lahir tanpa bapak untuk mengasuh dan menafkahinya?

Jadi jangan hanya memperhatikan “hak” istri pertama. Tapi juga perhatikan hak istri kedua dan anak-anaknya. Apalagi banyak pasangan poligami, ternyata istri pertama rela bahkan ada yang justru mencarikan wanita untuk jadi istri ke-2, ke-3, atau ke-4 bagi suaminya. Sebagai contoh jika istri Aa Gym, teteh Nini rela dan istri kedua rela, kenapa yang lain harus ribut?

Boleh jadi istri Aa Gym justru lebih berbahagia dari kebanyakan pasangan monogami yang gagal dan cerai seperti Reza, Enno, dan sebagainya.

Inilah sistem poligami yang banyak ditentang oleh orang-orang Kristen Barat yang dijadikan alat untuk menyerang kaum Muslimin, di mana mereka sendiri membenarkan laki-lakinya untuk bermain dengan perempuan-perempuan cabul, tanpa suatu ikatan dan perhitungan, betapapun tidak dibenarkan oleh undang-undang dan moral. Poligami liar dan tidak bermoral ini akan menimbulkan perempuan dan keluarga yang liar dan tidak bermoral juga. Kalau begitu manakah dua golongan tersebut yang lebih kukuh dan

lebih baik?“

About these ads

29 Tanggapan

  1. Sebagai perempuan tentu saya memahami benar bahwa istilah mana ada perempuan mau dimadu itu benar. Hanya saja mungkin konteksnya beda. Di satu sisi benar agama memperbolehkan poligami dalam konteks untuk melindungi kaum perempuan itu sendiri, namun disisi lain sebagai perempuan tentu ada rasa tak ingin diduakan atau istilahnya cemburu. Bukankah istri rasuluullah sendiri pun sering merasa cemburu bila rasullullah sedang bersama istrinya yang lain ? Jadi menurut saya sih manusiawi banget kalo yang namanya perempuan “takut” dimadu. Nah, sekarang masalahnya bener gak kaum laki2 itu melakukan poligami seperti yang ditulis diatas itu tadi. Bukan karena nafsu, atau bukan karena semata2 sebagai pembenaran kesenangan semata?

  2. Kebanyakan wanita memang tidak mau dimadu.
    Tapi ada juga wanita yang mau dimadu, contohnya Dr. Gina Puspita, seorang Doctor di bidang Aeronautics lulusan Universitas Sorbonne, Perancis. Dr. Gina justru yang berinisiatif meminta suaminya menikah lagi dan mencarikan calon-calon istri bagi suaminya.
    Dr. Gina bersama anak-anak dan istri-istri lainnya hidup rukun dan tentram sementara beberapa pasang monogami malah cerai dan ribut.

    Tak semua wanita mau di madu. Tapi ada juga yang mau dimadu dan ada wanita yang rela jadi istri kedua, ketiga, bahkan keempat asal mereka tidak jadi perawan tua.

    Ada suami yang cukup hidup dengan seorang istri. Ada juga suami yang dengan 3 istri pun masih kurang.

    Jadi Allah Maha Mengetahui kelemahan manusia dan memberi sedikit kelapangan.
    ==

    http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3963&Itemid=61

    Tidak seperti umumnya pria yang ingin menikah lagi, ia mencarikan sendiri calon untuk pasangan suaminya itu.

    Tahun 1995, Abdurahman menikah lagi untuk yang kedua dengan Basyiroh Cut Mutia. Enam tahun kemudian, ia menikah yang ketiga dengan Siti Salwa asal Malaysia. Dan yang terakhir, menikah dengan Fatimah. Praktis ia memiliki empat orang istri.

    Jangan keliru, semua istri mudanya ini bukan pilihan sang suami, justru pilihan Gina alias sang istri pertamanya. Tak seperti dugaan aktivis perempuan selama ini, di mana poligami dianggap begitu rendah dan rawan konflik. Mereka berempat justru sangat rukun dan bahagia. Bahkan bekerja di kantor yang sama dan tinggal seatap, tanpa ada masalah.

    • sungguh mulia dan ihklas hatimu,smoga ALLAH Menyertaimu,AMIEN

    • bagaimana kalau istri melrang suami menikah lagi tapi suami tetap menikah pa?

    • Menurut Islam suami tidak perlu izin istri untuk poligami.
      Cuma Nabi saat poligami, gejolak istrinya tidak terlalu besar. Tidak ada yg minta cerai karena dipoligami.
      Jadi hendaknya suami melihat sikon juga. Apakah mudharatnya lebih besar atau tidak.
      Istri pun jug harus berusaha memahami keadaan suaminya.

  3. Kenapa laki2 tidak cukup dengan satu istri ??? Bukankah jika semua keinginan harus dituruti maka untuk ukuran manusia tidak ada yang terasa cukup ??? Bukahkan kita harus bersyukur dengan apa yang sudah Alloh berikan ?
    Saya tuidak menentang poligami, bahkan suami saya izinkan melakukan poligami, asal dia benar2 bisa adil. Masalahnya adil itu adil ukuran siapa ? Apa benar manusia sudah bisa adil ?
    Saya sangat menghormati jika ada satu keluarga bisa akur dalam poligami. Namun pasti dalam hati manusia, adalah rasa cemburu, sedih dan segala macam rasa. dr.Gina itu juga saya yakin jauh dlm lubuk hatinya ada rasa sedih, waullohuallam…
    Bila istri bisa berkoban perasaan, mengapa suami tidak ???
    Lalu bagaimana dengan kawin kontrak yg banyak dilakukan ? Jika ditanya mrk menjawab untuk mengindari zinah. Mereka pikir mrk bisa dengan mudah menipu syariat dan menipu Alloh dong !!!

  4. Allah telah membolehkan poligami:
    “Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS An-Nisa: 3)

    Memang manusia tidak dapat berlaku adil 100%. Adil yang dimaksud adalah adil dalam hal materi dan giliran. Nabi Ibrahim, Nabi Yakub, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Muhammad, sebagian sahabat, dsb berpoligami. Artinya manusia memang dibolehkan oleh Allah SWT.

    Poligami bukan sunnah, tapi bukan pula sesuatu yang haram. Anda dan suami mungkin tidak ingin berpoligami. Tapi janganlah membenci poligami dan mengharamkannya:

    “…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [Al Baqarah:216]

    Banyak hikmah yang tidak kita ketahui. Jika dipaksakan monogami, akan ada lebih dari 4 juta wanita yang tidak mendapat pasangan. Mereka bisa jadi perawan tua dan putus turunannya karena tidak punya anak, mereka bisa jadi pelacur atau pezina untuk memenuhi kebutuhan seksualnya, atau mereka bisa jadi istri yang terhormat dalam poligami sebagai istri ke 2, ke 3, atau ke 4 dan memiliki keluarga dan anak-anak.

    Itu adalah beberapa alternatif/pilihan. Ada pilihan yang halal dan ada pilihan yang haram.
    Bermonogami atau poligami itu adalah pilihan. Jika ingin monogami, silahkan. Jika ingin berpoligami juga silahkan. Tapi kita tidak bisa melarang orang lain untuk tidak berpoligami atau tidak bermonogami.

    Sebagai seorang yang beriman, hendaknya kita sami’na wa atho’na terhadap ayat-ayat Allah karena Allah Maha Mengetahui sedang kita tidak.

  5. Saya sama sekali tidak melarang. Hanya saja sangat sedih rasanya jika ada sorang suami yang melakukan poligami yg memakai ayat2 sebagai pembenaran tindakan mereka yang sebenarnya belum tentu benar. Saya juja percaya bahwa Alloh memberikan tuntunan yang sangat baik pada hambaNYA. Jadi saya sama sekali tidak membenci org yang bisa melakukan poligami secara baik. Hanya saja, sekarang para lelaki byk yang melenceng dari tujuan semula untuk apa sebenarnya poligami itu diperbolehkan.
    Sewaktu kuliah dulu, saya pernah menemukan kasus di seorg laki2 berpoligami, istrinya sampai 4 padahal ia tidak mampu memberi nafkah pada istri2nya. Dan istri2 itu mau dinikahi semata2 hanya spy bebas dari sebutan perawan tua. Ini kan kasihan sekali…
    Sungguh saya sangat menghormati org yg benar2 bisa berlaku adil dalam poligami, hanya saja saya mohon kaum laki2 jangan mengambil dalil2 agama untuk pembenaran poligami yg sebenarnya tujuannya karena mslh sex.
    Saya pernah membaca sebuah buku yang menerangkan bhw laki2 diperbolehkan poligami krn alasan yg dibenarkan al. isti tidak bisa memberikan keturunan, istri tidak bisa atau tidak mau melayani. Cuma kan kasihan bgt kalo istri lagi sakit keras, suami malah meninggalkannya dan kawin lagi.
    Saya juga pernah bertemu dengan seorang laki2 yg mengatakan, kalo kamu mengijinkan suamimu kawin lagi, kamu akan mendapatkan surga. Nah, yg begini kan gak bener akhi… Kesannya kalo mau surga hrs izinkan suami poligami…
    Afwan, akhi…

    • vee tidak semua yang poligami itu semua seperti itu kaji kembali hadits rosul tentang tadud atau poligami jangan contoh contoh yang salah banyak juga contoh contoh yang baik seperti bos wong solo

  6. Iya. Banyak orang yang berpoligami tapi tidak paham ilmu poligami bahkan ilmu tentang pernikahan.
    Dalam pernikahan memberi nafkah lahir dan batin adalah kewajiban suami. Suami wajib memberi pangan, sandang, dan papan yang layak bagi istrinya dan mendidik serta menjaga keluarganya.

    Jika dia berpoligami, maka dia harus memberi rumah bagi tiap istrinya secara adil seperti yang disunnahkan Nabi. Begitu pula dengan hak gilir serta status.

    Saat ini memang banyak orang yang berpoligami tapi kurang adil dalam hal materi dan gilir. Ada satu istri yang hanya didatangi 1 bulan sekali bahkan 1 tahun sekali. Terkadang ini juga karena si istri begitu pasrah. Paling tidak ada 2 wanita (ini cerita teman saya langsung yang poligami dan teman istri saya) yang merasa cukup asal dinikahi orang Jakarta. Istri saya bilang bahwa temannya kedatangan wanita dari daerah yang berkata pada suaminya ingin dinikahi biar pun didatangi hanya sebulan sekali.

    Padahal jika tidak adil maka diakhirat dia jalan dengan kepala miring. Adil ini dalam hal materi dan hak gilir. Kalau adil di hati diusahakan semampunya sebab manusia tak bisa adil dalam hal ini. Kita saja kalau punya anak biasanya ada yang lebih disayang meski mungkin selisihnya cuma 1%. Tapi tidak berarti kita tidak boleh punya anak lebih dari 1.

    Ajaran Islam sebetulnya sudah sempurna. Nikah dan poligami itu ada aturannya.

    Di antara hikmah poligami aalah:
    – Mencegah perzinahan dan pelacuran. Sebagai contoh di Indonesia ada kelebihan wanita 2%. Dengan poligami 2% wanita ini bisa mendapat suami dan berkeluarga.
    – Melindungi dan menyantuni janda miskin. Kita harus ingat jarang ada dermawan menyantuni seorang janda hingga rp 500 ribu / bulan padahal uang tsb tak cukup hidup sebulan. Tapi ketika jadi istri rp 2 juta / bulan pun dengan mudah diberikan
    – Melestarikan ilmu para ulama dan para Nabi. Istri2 Nabi seperti ‘Aisyah adalah tempat bertanya bagi wanita2 Muslim tentang masalah rumah tangga dan kewanitaan. ‘Aisyah merupakan perawi hadits wanita terbanyak.

    Saya pribadi tidak ingin berpoligami (Satu istri insya Allah sudah cukup). Namun jika Allah membolehkan, kita tidak bisa mengharamkannya meski kita sendiri tidak berpoligami.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. ” [Al Maa-idah:87]

  7. [...] Duh, seru juga tadi habis browsing, nemu tulisannya pak nizaminz disini yups. Berbagai pro-kontra pernah terjadi tentang hal demikian itu. Pun saya juga pernah berada [...]

  8. saya juga termasuk yang ingin poligami, namun terbentur masalah karena istri tidak mengizinkan, bahkan mengancam, bila kawin lagi, maka ceraikan saya katanya.

    dari segi ekonomi, alhamdulliah saya lebih dari berkecukupan, umur saya 26 tahun, punya 1 anak kandung perempuan, dan 1 anak angkat ( laki-laki ).

    menyikapi masalah ini bagaimana ? mohon pencerahannya

    terus terang libido saya masih tinggi.

    zul

  9. Sebisa mungkin kesepakatan poligami itu sudah diberikan sebelum menikah. Jadi kedua pasangan sudah siap untuk itu. Jika tidak, pertama anda harus coba bersabar dan puasa.

    Jika tidak bisa juga, anda harus mempersiapkan istri anda agar bisa menerima poligami dengan mengikutkan istri ke berbagai pengajian. Calon istri anda juga harus bersedia dipoligami sehingga jika seandainya istri pertama anda minta cerai, anda bisa berpoligami. Jika tidak anda akan tetap monogami (cuma ganti istri).

    Yang harus diperhatikan adalah bahwa Nabi berpoligami, namun para istrinya siap untuk itu dan tidak ada yang cerai karena poligami. Selain itu Nabi bersikap adil dalam hal rumah, materi,dan jatah waktu giliran. Anda harus bisa bersikap adil, jika tidak sanksinya cukup berat.

  10. ketika pertama kali menikah belum ada niatan untuk berpoligami, jadi tidak sempat bilang, seiring berjalannya waktu timbul niatan untuk poligami.

    saya sudah mengajarkan istri bahkan membeli kan buku2x yg berjudul : “istri yg di dambakan surga” , dan “istri-istri di surga”, dsb.

    harapan saya tentu dengan membaca buku tsb ,istri jd mengerti, karena di situ juga ada pembahasan khusus tentang poligami.

    bagaimana kalau menikah lagi tanpa ada izin dari istri pertama ? boleh tidak ?, atau menikah lagi diam2x ? bagaimana hukumnya ?

    mohon masukannya.

    zul

  11. Selain membaca, mungkin lebih enak lagi ada guru yang mengajarkan tentang indahnya poligami. Apalagi kalau istri anda punya teman wanita yang juga dipoligami dan hidup bahagia. Jadi bisa sharing. Ini memang sebenarnya butuh kesabaran yang sangat. Kalau ini berhasil akan sangat baik hasilnya.

    Memang dalam Islam lelaki untuk menikah lagi tidak perlu izin istri. Tapi dalam hukum nasional perlu izin istri. Dan Nabi ketika poligami tidak sembunyi-sembunyi. Tapi terbuka. Pada saat orang tahu bahwa si A adalah istri pertama kita kemudian orang tidak ada yang tahu kalau si B adalah istri kedua kita, berarti kita bersikap kurang adil. Pada saat rahasia terbuka, akan timbul keributan (contohnya kasus poligami pelawak Komar di mana istri pertama dan kedua sama2 minta cerai).

    Apalagi walimah/resepsi merupakan sunnah Nabi yang harus dijalankan meski hanya dengan seekor kambing.

    Ini sekedar masukan saja akh. Mungkin yang lain atau guru antum juga bisa memberi masukan yang lebih baik.

  12. assalamualaikum..jujurnya saya sendiri merupakan anak kepada seorang bapa yang mengamalkan poligami.bapa saya itu orangnya berpegang kuat pada agama alhamdullillah..dia menikahi mama tiri saya kerana ikhlas ingin mebantunya yang mendapati masalah..saya bahagia kok ada dua buah keluarga yang besar …adik 2 tiri ku yang lucu skali…adik2 kandung ku yang manis2…bahagia sungguh kami kerana mama tiriku juga berpegang kuat pada agama juga insyallah…kami harap kebahagiaan ini kekal hingga bil2,,siapa bilang nggak boleh bahagia berpoligami…pokok pangkalnya tanya iman n amalmu..apabila cinta pada allah melebihi segala2nya n kamu memiliki kekayaan hati budi segala di dunia ini hanya lah ujian utk menggapai syurganya..tiada apa yg bisa mendukacitakan hati mukimin…beruntung ya siapa yang udah memliki hati mukmin sejati..

  13. kuncinya adalah sama mendekatkan diri pada DIA

    bila tidak dekat maka yang akan muncul adalah debat
    debat mns tdk bisa adil, debat sakit merasa dikhianati, debat oknum pelaku ML yang tidak mencontohkan yang baik dst…
    wallahu’Alam

  14. ya bersabar aja kalau memang anda-anda semua percaya akan hidup,mati dan jodoh itu sudah ada yang mengatur.jadi kembalikan lagi kepada Sang Pencipta ,karena selama hidup di dunia ini masih serba mungkin .mau poligami atau monogami itu kita harus percaya bahwa itu ada yang menggerakkan siapa….?resapi dan renungkan.

  15. poligami dalam agama islam sudah di cantumkan dlm kitab suci Al-Quran, yang mana ALLah SWT pasti akan ada hikmah dibalik turunnya ayat tersebut. Dan didalam Alquran pun 100% tidak ada ayat yang saling bertentangan. Gunakan hati yang bersih dan tidak dikotori oleh prasangka apapun dalam memahami agama islam. karna agama Islam dan Rosulullah SAW adalah Rahmatan lil alamin. Amien

  16. Jazakallah…… Terima kasih banyak atas tulisannya akh. Dunia hanya sebentar saja mengapa kita harus sombong dengan buah fikiran/pemahaman kita (manusia) yang dangkal.
    astagfirulloh..Bisnis Pelacuran saat ini dihalalkan oleh Pemerintah.. Lihatlah di sekitar kita, tempat pelacuran dibuka secara resmi layaknya “restoran seafood”.
    Untuk kebanyakan pria pilihannya: Poligami atau ke “restoran seafood”?, untuk kebanyakan wanita: menerima hukum Allah soal poligami atau dijajakan di “restoran seafood”?
    Sungguh Allah menurunkan hukum/aturannya dengan sempurna.
    Waalaikum salam wr.wb.

  17. sy sendiri sdh 1 Thn lebih poligami, istri sy yang pertama pernah bertanya” apa abg sdh menikah lg ? sy jwb blm, terpaksa sy berbohong krn mmg sy blm siap untuk berterus terang,tetapi poligami sy lakukan krn memang sy ingin berharap dari Allah keturunan yang sehat jasmani dan rohani, karena anak sy dari istri pertama 3 orng semua tuna runggu dan tuna wicara, jujur saja bagi anda yang akan berpoligami, dipikir-pikir sebelumnya karena mmg hidup berpoligami sangatlah susah untuk berbuat adil, walau prespektif adil menurut kita beda-beda, karena pengalaman sy sendiri kebohonganlah sy sering timbul,

  18. Saya setuju dengan poligami, karena walau serendah-rendah iman saya, toh saya merasa gak terima kalau dicap menentang Qur’an. Justru kenapa dalam hadis disebutkan neraka banyak wanitanya….? salah satunya karena wanita secara diam-diam mengijinkan lelakinya selingkuh atau bertandang ke tempat PSK. Kata-kata adil sering dijadikan senjata oleh para wanita dengan alasan lelaki tak mungkin bisa berbuat adil, sementara coba kalau wanita sedang haidh/melahirkan/menopause dan mereka sadar bahwa sebenarnya suaminya tetap butuh penyaluran kebutuhan biologis, nah dalam keadaan seperti ini adilkah wanita tersebut..jelas gak adil dan gak konsekuen….sementara mereka tidak bisa melakukan pelayanan tetapi tidak mengijinkan suaminya untuk menyalurkan….wanita-wanita seperti ini cenderung ‘akan mengiyakan jika suaminya pergi ke pelacur’ paling tidak suami akan tetap menjadi suaminya…..apapun alasannya neraka akan menanti para penentang/ingkar terhadap firmanNya…..wallahu ‘alam bi shawab

    • Sebetunya, semuannya itu kembalikanlah kepada diri kita masing-masing, niat orang untuk berpoligami tidak bisa kita ketahui: Apakah niat dalam hatinya benar-benar untuk beribadah didasari lillahhitaala atau semata-mata hanya karena alasan yg lain (hanya ke egoisan nafsu seorang manusia belaka), wallahualam bi shawab.

      Silahkan tanyakan pada hati kita yang paling dalam, apa niat kita untuk berpoligaminya?

  19. bagaimana dgn qs Al Ahzab ayat 52; apa maksud dari ayat tersebut… mohon dijelaskan

  20. berbahagialah wanita yang sanggup menahan cemburunya dikarena sebuah aturan dari Alloh (Syariat) istri yang demikian masuk sorga nya tidak ngantri tapi di panggil di elu elukan karena wanita tersebut bernafsukan mutmainah di mencintai suaminya tidak melebihi cintanya kepada Alloh dan rosulnya

    ” JIKA HATI BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT MAKA HATILAH YANG HARUS MENGALAH ”

    SESUNGGUHNYA ALLOH DZAT YANG MAHA BIJAKSANA

  21. jalan menuju surga banyak.tidak hanya menahan mafsu cemburu bagi kaum istri.

  22. poligami………karna nafsu atau iman

  23. Tujuan poligami adalah Da’wah…bagaimana para wanita selamat hidupnya diakhirat kelak…Istri solihah pun yang ikhlas dimadu semata mata karena Allah maka jaminannya adalah surga tanpa hisab..betapa ngiris..melihat fenomena poligami yang marak hanya didasari kesanggupan dalam materi tanpa didasari niat da’wah, Istri pertama harus sudah istiqomah dalam amal agama..harus sudah strong foundation nya.. kalau tidak ??? istri ke2 bisa menjadi wanita yang lebih taat terhadap semua perintah Allah.. contoh seblm menikah Aurat msh nampak..setelah menikah Aurat tertutup secara sempurna, lebih semangat dalam amal agama .. baru ini poligami. Saya banyak menemui kisah poligami wanita dinikahi menjadi istri ke2 oleh seorang yang bertitle haji, karena masalah akhirnya bercerai, dan janda tersebut menikah lagi dengan kisah yang sama terulang sampai ke3 x…masya Allah tapi tak sekalipun si istri kedua ini nampak menjadi orang yang lebih taat kepada Allah..yang dirisaukan hanya bagaimana saya bisa makan hari ini…WHY?? karena tidak ada niat Da’wah…wahai para pria….wahai para wanita..nafkah ada dua nafkah lahir dan bathin…sering orang salah menafsirkan
    nafkah bathin adalah menyalurkan syahwat..padahal itu adalah nafkah lahir seperti halnya dgn materi dsb…nafkah bathin inilah yang paling utama yaitu AGAMA, Rasulullah Saw hidup dalam keadaan miskin..tapi berpoligami semua penikahannya mengandung misi..membawa keberkahan… diatas semua bla bla bla.. syarat ini dan itu.. pokok dasarnya adalah KEIMANAN, jangan suka memilih milih ayat Allah..semua perintah Allah pada setiap saat dan keadaan..jadi tak masalah buat si miskin tuk berpoligami..karena kebahagiaan kejayaan hidup di dunia ini hanya SATU jalannya.. hanya pada amal agama yang sempurna..yang di bawa oleh kekasih kita Rasulallah Saw..dgn cara mengamalkan Sunnah2nya…jadi untuk yang niat..dan harus ada niat untuk berpoligami..segera luruskan niatnya..Allah selalu mudahkan jalan menuju kebaikan…Amiin.Insya Allah niat amal

  24. Kenapa para pria kalau ditanya mengapa mereka berpoligami? mereka biasanya menjawab menjalankan sunnah Allah SWT. Padahal ratrusan sunnah2 lainnya tidak di jalankan? Apakah pahala menjalankan poligami lebih besar daripada menjalankan sunnah2 lainnya? mohon penjelasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 165 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: