Buku “Membangun Iman di Zaman Modern” oleh Agus Nizami

Membangun Iman

Alhamdulillah dari 20 buku jadi 10 buku lagi… 🙂

Ada yang dijual, ada juga sebagai hadiah.
Amal tanpa ilmu ditolak
Iman tanpa ilmu amatlah rapuh
Berapa banyak ummat Islam yang murtad pindah agama karena imannya tidak dilandasi ilmu yang kuat. Islam cuma karena turunan. Tanpa ilmu.

Baca lebih lanjut

Tingkatan Gelar Ahli Hadits

Seorang Hujjatul Islam, seperti Imam Al Ghazali, menguasai 300.000 hadits. Bayangkan jumlah hadits sekarang jika digabung tidak sampai 100.000. Toh Imam Al Ghazali menyatakan bahwa tidak bisa lagi di zamannya orang membuat mazhab Fiqih karena jumlah hadits yang dikuasai tidak mencukupi.

Mengenal Gelar Ahli Hadits

Para Ulama telah menetapkan kriteria yang ketat agar hanya benar-benar ‘orang yang memang memenuhi kriteria sajalah’ yang layak menyadang gelar ini seperti yang diungkapkan oleh Imam Sakhowi tentang siapa Ahli Hadits (muhaddits) itu sebenarnya?

Baca lebih lanjut

Ngaji Islam yang Menyeluruh dgn Kitab Ulama Salaf

Saat ini marak orang belajar Al Qur’an dan Hadits. Hafal Al Qur’an 30 Juz dsb.
Cuma yang jadi masalah adalah adakah mereka belajar memahami Al Qur’an dan Hadits sebagaimana para Ulama Salaf dulu? Ini penting agar Al Qur’an dan Hadits tidak cuma di kerongkongan. Jangan sampai karena pemahamannya keliru, akhirnya keluar dari Islam laksana anak panah lepas dari busurnya.

Pembunuh Khalifah Ali, Abdurrahman bin Muljam itu adalah seorang Hafiz Al Qur’an. Namun karena pemahamannya sempit, dia bunuh salah satu sahabat dan juga sepupu dan juga menantu Nabi: Ali bin Abi Thalib.

Oleh karena itu pemahaman Al Qur’an dan Hadits sebagaimana ulama2 terdahulu itu penting. Jangan cuma Al Qur’an dan Hadits tok. Oleh karena itu Kitab Fiqih para Imam Mazhab, Kitab Sifat 20, Kitab Tafsir Al Qur’an seperti Tafsir Ibnu Katsir, Jalalain, dan kitab kuning mu’tabar lainnya harus dipelajari. Sebab dari situlah kita bisa memahami Al Qur’an dan Hadits sebagaimana para ulama Salaf memahaminya.

Baca lebih lanjut

Mengamalkan Ilmu agar Bermanfaat

Dari pengajian malam Selasa di Masjid At Taubah, ada satu ceramah yang sangat menyentuh. Ceramah itu adalah: Agar ilmu kita bermanfaat bagi kita, amalkanlah. Jangan tunggu hingga ilmu kita banyak kemudian baru mengamalkannya. Karena itu sangat berat. Begitu dapat, langsung amalkan.

Dari ustad lain juga disebut, kita tahu bahwa sebelum pergi atau makan serta sebelum tidur ada doanya. Apakah kita membaca doa tersebut setiap kita akan pergi, makan, atau sebelum tidur? Sudahkah kita amalkan ilmu yang kita dapat?

Baca lebih lanjut

Keutamaan Menuntut Ilmu

Sesungguhnya Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Bahkan Allah sendiri lewat Al Qur’an meninggikan orang-orang yang berilmu dibanding orang-orang awam beberapa derajad.

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad.” (Al Mujadilah: 11)

Baca lebih lanjut

Keutamaan Ilmu

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim, begitu Nabi bersabda.

“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim.” (Ibnu Majah)

 

Amal tanpa ilmu ditolak. Karena malah bisa menjurus ke penyimpangan dan bid’ah yang menyebabkan orang masuk ke neraka:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya…” [Al Israa’:36]

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: