Hisablah Dirimu!

Neraka.jpg

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).
Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
Telah hilang kekuasaanku daripadaku.”
Baca lebih lanjut

Rum itu Kristen Ortodoks. Bukan Protestan

Inggris dan AS itu agamanya Protestan dan mendukung Zionis Israel. Beda agamanya dgn Rum yg Kristen Ortodox seperti Rusia yg bela Palestina.
Zaman Rum, mana ada Protestan?
Wahabi itu Islam Protestan. Khawarij akhir zaman.

Protestan ini paham akhir zaman buatan zionis Yahudi untuk memecah belah ummat Nasrani dan Islam. Saat terciptanya Kristen Protestan, Eropa banjir darah. Saat terciptanya Islam Protestan pun Timur Tengah banjir darah.

Baca lebih lanjut

Perbandingan Aqidah Wahabi vs Sunni vs Syi’ah

Perbandingan Aqidah Wahabi Sunni Syiah

Perbandingan Aqidah Wahabi vs Sunni vs Syi’ah

“..Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia..” [Asy Syuura 11]

Perbandingan Aqidah Wahabi vs Sunni vs Syi’ah
Jika orang awam melihat sekedar kulitnya saja seperti Rukun Iman dan Rukun Islam antara Sunni dan Syi’ah yang berbeda, orang awam akan berpendapat bahwa aqidah Syi’ah beda dengan Sunni. Begitu pula amalannya. Karena beda, Syi’ah bukan Islam. Sebaliknya Wahabi yang sama rumus Rukun Iman dan Rukun Islam dengan Sunni dianggap sama dengan Sunni. Tak heran jika ustad Idrus Ramli berpendapat Wahabi lebih lurus ketimbang Syi’ah.

Baca lebih lanjut

Bergantung Kepada Allah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً, فَقَالَ: يَا غُلاَمُ, إِنّي أُعَلّمُكَ كِلمَاتٍ: إِحْفَظِ الله يَحْفَظْكَ, إِحْفَظِ الله تجِدْهُ تجَاهَكَ, إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ الله, وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بالله, وَاعْلَمْ أَنّ الأُمّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله لَكَ, ولو اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرّوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله عَلَيْكَ, رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفّتِ الصّحُف». قال: هَذَا حَديثٌ حسنٌ صحيحٌ.

 

Dari Ibn ‘Abbas RA., dia berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi SAW., lalu beliau bersabda, ‘Wahai Ghulam, sesungguhnya ku ingin mengajarkanmu beberapa kalimat (nasehat-nasehat), ‘Jagalah Allah, pasti Allah menjagamu, jagalah Allah, pasti kamu mendapatinya di hadapanmu, bila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta tolong, maka minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, bahwa jikalau ada seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfa’at bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu, dan jikalau mereka berkumpul untuk merugikanmu (membahayakanmu) dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa melakukan itu kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. at-Turmudzy, dia berkata, ‘Hadits Hasan Shahih’. Hadits ini juga diriwayatkan Imam Ahmad)

Hadits ini mengingatkan kita agar kita senantiasa bergantung kepada Allah. Meminta dan berdoa kepada Allah. Bukan kepada makhluknya. Ada pun dengan makhluk, kita sekedar bekerjasama dan tolong menolong. Agar dekat kepada Allah tentu kita harus mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Baca lebih lanjut

Keadaan Jembatan Sirothol Mustaqim

 Jembatan Shirothol Mustaqim

Di akhirat, setelah hisab dan mizan, setiap manusia harus melewati Jembatan Sirothol Mustaqim yang membentang di atas neraka. Jembatan ini seperti rambut yang dibelah tujuh. Setajam silet. Sehingga seorang pemain sirkus yang amat ahli pun akan terjatuh jika amalannya buruk. Hanya orang2 yang beriman dan beramal saleh saja yang bisa melewatinya.

 

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorangpun dari golongan kaum Muslimin yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, yang akan disentuh oleh api neraka , melainkan sekedar menebus persumpahan -tahillatul qasam-.” (Muttafaq ‘alaih) Tahillatul qasam ialah firman Allah Ta’ala: “Dan tiada seorangpun dari engkau semua, melainkan pasti akan mendatangi neraka itu.” (Maryam: 71). Maksudnya mendatangi neraka itu ialah menyeberang di atas jembatan -ashshirath- yakni sebuah jembatan yang diletakkan di atas punggung neraka Jahanam.

Baca lebih lanjut

Mengapa Ayat Al Qur’an Berulang dan Harus Diulang-ulang?

Al Qur'anMengapa ayat-ayat Al Qur’an itu sering berulang-ulang dan harus dibaca berulang kali?

“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung” [Al Hijr 87]

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” [Az Zumar 23]

Baca lebih lanjut

Menghormati dan Mengikuti Ulama Pewaris Nabi

Habib HudKita tidak bisa belajar Islam langsung dari Al Qur’an dan Hadits. Saat Allah menurunkan Al Qur’an pun Allah tidak menurunkannya langsung dalam bentuk buku kepada manusia. Tetapi secara bertahap ayat demi ayat melalui Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun. Nabi menjelaskan ayat-ayat Al Qur’an tersebut serta memberi contoh bagaimana cara melaksanakan perintah Allah seperti Sholat, Puasa, Zakat, dsb.

Firman Allah:

“…Bertanyalah kepada Ahli Zikir (Ulama) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: